X
Call & SMS. +855 78340187       Blackberry. 25C9B9D0
Oriental Casino

Arab Saudi Dicekal Sepak Bola Eropa

Update Terakhir: December 30, 2013

Arab Saudi Dicekal Sepak Bola Eropa

Arab Saudi Dicekal Sepak Bola Eropa

Arab Saudi telah menjadi negara di kawasan Timur Tengah yang pada akhirnya menemukan bahwa investasi di sepak bola Eropa sebenarnya bisa menambah branding sebuah bangsa serta negara. Tentu saja ada penambahan devisa yang awalnya juga dilakukan perusahaan secara privat tetapi Arab Saudi juga mengenal sistem Badan Usaha Milik Negara maka BUMN tersebut brand-nya meningkat pesat. Tentu saja dengan naiknya brand sebuah negara atau perusahaan maka secara otomatis akan ada keuntungan yang didapatkan. Namun, seperti juga investasi lainnya. Investasi di sepak bola Eropa sangat berisiko merusak reputasi seseorang lebih jauh perusahaan dan dalam batasan yang lebih gila lagi jika investasi tersebut gagal bukan hanya reputasi kedua itu tetapi reputasi sebuah negara juga akan rusak.

Qatar kini sudah mengambil tanggung jawab sebagai penyelanggara Piala Dunia 2022. Mereka juga kemudian disahkan untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia pada tahun tersebut. Tapi, kemudian Qatar secara reputasi publik sepertinya sudah hancur. Mereka gagal menutupi bagaimana kehidupan pekerja dan pekerjaan tentang pembangunan stadion serta infrastruktur lainnya untuk menggelar Piala Dunia 2022. Lalu kemudian pada akhirnya mereka mati-matian untuk menutupi berita tersebut dan atau meng-covernya dengan berbagai macam alasan. Beberapa tuntutan pekerja kemudian memang dikabulkan. Beberapa masih dalam tahap negosiasi. Tapi, satu hal yang sudah pasti adalah Qatar citranya sudah rusak di mata masyarakat dunia.

Lalu, seperti yang dibilang pada paragraf awal tulisan ini Arab Saudi telah mengalami sebuah imbas dari investasi di sepak bola Eropa. Tetapi, kemudian karena alasan SARA, Arab Saudi pada akhirnya minimal jelek citra mereka. Kenapa? Ternyata ada sebuah insiden di mana sebuah klub Eropa memutuskan kontrak dengan BUMN Arab Saudi bahkan walau klub tersebut berada di divisi bawah di sebuah Liga Eropa. Klub tersebut adalah klub FSV Frankfurt yang bermain di divisi kedua di Liga Jerman. Mereka memutus kontrak kerja sama sponsorship dengan BUMN Arab Saudi yakni Airlines Saudia. Sebuah preseden yang kemudian menjadi besar karena ini adalah Eropa.

Juru bicara klub yakni Ann KAtrin Hautk mengatakan bahwa perjanjian dibatalkan karena maskapai penerbangan tersebut menolak untuk menerbangkan seorang penumpang yang merupakan salah satu ofisial mereka karena memegang paspor Israel. Ini adalah imbas dari kebijakan negara mereka sendiri yang memang melarang ada orang Israel yang “mengotori” segala sesuatu yang berhubungan dengan Arab Saudi. Arab Saudi sampai sekarang tidak mengakui adanya negara Israel. Akibat hal ini, klub tersebut awalnya dituduh anti Semit tetapi karena kemudian sudah dijelaskan duduk perkaranya kini arahan hukuman mengarah kepada maskapai penerbangan Airlines Saudia dan juga tentu saja negara Arab Saudi.